Minggu

PENYEBAB KENTUT

Kita semua pernah kentut dengan berbagai tingkatan karena adanya gas dalam perut. Akan tetapi, dari mana datangnya gas tersebut?
Ini terjadi selama proses pencernaan. Segala makanan harus dihancurkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil supaya dapat masuk ke dalam aliran darah. Protein akan diubah menjadi  asam amino, lemak akan di ubah menjadi asam lemak, dan karbohidrat (baik yang sederhana atau yang kompleks) akan diubah menjadi molekul-molekul glukosa. 
Gas dalam perut terjadi ketika makanan tidak bisa hancur seluruhnya di dalam perut atau usus kecil. Akibatnya, makanan akan menuju usus besar dalam bentuk bahan yang tidak tercerna. Sebagai contoh, jika kita tidak tahan dengan laktosa, kita akan kekurangan enzim laktose dalam usus. Enzim ini akan mengubah laktosa menjadi dua molekul gula sehingga zat tersebut dapat memasuki aliran darah. Tanpa laktase, laktosa akan keluar melewati usus halus menuju ke usus besar tanpa dicerna. Di sana dia akan bertemu trilyunan yang lapar. Bakteri-bakteri ini sangat senang mencerna laktosa. Bakteri-bakteri ini memproduksi berbagai macam gas, sama dengan cara ragi memproduksi karbondioksida untuk mengasamkan roti. Gas-gas seperti metan, hidrogen, dan hidrogen sulfida adalah gas-gas yang diproduksi bakteri-bakteri ini. Hidrogen sulfida adalah sumber bau dari kentut.
Makanan-makanan tertentu menghasilakn lebih banyak gas dibandingkan yang lain karena mengandung karbohidrat-karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Salah satu makanan yang perlu dihindari adalah buncis, karena tidak dapat dicerna dengan baik.

Artikel Terkait



1 komentar:

Anonim mengatakan...

:))

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 

BACKLINK

GUEST BOOK

>

Teman - Teman

© Copyright 2011. Hidup Penuh Warna . All rights reserved | HOME | FREE ONLINE BUSINESS | GOOGLE | is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com
Ping your blog, website, or RSS feed for Free